"Ada banyak pertanyaan yang berkecamuk di kepala saya terkait dunia pariwisata secara global , khususnya bagaimana sebenarnya trend dari berwisatanya para wisatawan dunia dewasa ini"
Hal ini tentunya sangat penting selain memberikan gambaran secara makro tentang kondisi pariwisata dunia terkini juga dapat menjadi satu acuan di dalam menelurkan kebijakan-kebijakan yang terkait dengan pengembangan pariwisata di negara kita.
Saya kemudian tergelitik melakukan sedikit riset , lalu dari berbagai literature yang saya baca, ada bermunculan pertanyaan- pertanyaan dasar yang perlu juga untuk dicari jawabannya, seperti misalnya :
1.Mengapa Orang mau berwisata ?
2.Bagaimana mereka memutuskan sebuah daerah untuk menjadi tujuan wisata mereka?
3.Bagaimana kira-kira pengeluaran mereka disaat mereka berlibur ?
4.Dan bagaimana dampak dari pilihan yang para wisatawan lakukan disaat berlibur terhadap industri pariwisata secara keseluruhan ?
Dalam Menjawab empat poin itu , jika kita melihat hasil penelitian dari TripBarometer bersama TripAdvisor dari hasil analisa survey dari lebih 44.000 tanggapan dari wisatawan dan pelaku bisnis pariwisata dunia maka dapat disimpulkan bahwa telah terjadi trend baru dalam pariwisata :
Trend # 1 - Mencari pengalaman baru
Bahwa wisatawan dari berbagai macam segmen usia cenderung untuk mencari hal-hal yang belum mereka coba sebelumnya , seperti berlibur ala petualang backpacker dan menggunakan kapal cruise.
Data yang di analisis Secara global di dapatkan bahwa 69% dari wisatawan berencana untuk mencoba sesuatu yang baru ( hal yang pertama kali bagi mereka ) , diantaranya 1 dari 5 wisatawan global mengatakan bahwa mereka akan mencoba kapal cruise untuk pertama kalinya , 17% akan melakukan “ solo travel “ untuk yang pertama kalinya dan 15% akan mencoba perjalanan ala petualang ( backpacpacker) untuk yang pertama kalinya juga.
Trend # 2 – Pengeluaran Budget Liburan sudah tidak lagi menjadi issue karena sudah dipandang memang layak untuk dikeluarkan
Saat ini Di seluruh dunia, wisatawan sudah mulai terbuka dan memahami kalau memang kebutuhan akan budget liburan akan selalu berbeda disetiap tahunnya.
Data survey yang dihasilkan bahwa 1 dari 3 wisatawan ( 33%) sudah berencana untuk menghabiskan lebih banyak budget liburan mereka lebih banyak dari tahun sebelumnya.
Di antara para wisatawan yang berencana untuk meningkatkan budget liburan mereka, 49% mengatakan mereka akan melakukannya dengan alasan karena mereka atau keluarga mereka layak mendapatkannya.
Sedangkan 31% mengatakan alasan mereka akan menghabiskan lebih banyak budget liburan mereka karena alasan hal itu penting untuk kesehatan dan kesejahteraan.
Trend # 3 – Wisatawan Memilih daerah tujuan wisatawanya karena berdasarkan keragaman keunikan budaya, keindahan alam dan adanya penawaran khusus dari akomodasi.
Wisatawan hari ini memilih tujuan untuk sejumlah alasan, termasuk penawaran khusus dari akomodasi.
Data analisis Secara global menyimpulkan bahwa 47% dari wisatawan mengatakan mereka memutuskan memilih daerah tujuan wisata karena keunikan dan keindahan budaya alam dan keunikan prilaku masyarakat lokalnya.
1 dari 5 wisatawan (21%) memilih tujuan karena sebuah hotel memiliki tawaran atau paket khusus yang mereka baca di channel informasi mereka.
Promosi Pariwisata di Televisi juga tidak bisa untuk dikesampingkan bahwa 1 dari 5 wisatawan global yang telah memutuskan daerah tujuan wisatanya dikarenakan alasan mereka melihat iklannya di sebuah acara TV.
Trend #4 – Kamar Hotel Ber – AC dan Free Wifi
Fasilitas kamar Ber AC dan WIFI adalah hal yang paling utama bagi para wisatawan disaat mereka memilih hotel tempat mereka tinggal. Dimana Secara global, 63% dari wisatawan mengatakan AC adalah harus ada ketika mereka memilih hotel , adanya service sarapan (40%) dan fasilitas kolam renang (26%).
Dan 46% mengatakan fasilitas gratis WiFi di kamar adalah harus, jika akomodasi hotel tidak memberikan itu, mereka akan cenderung mencari tempat lain.
26% dari wisatawan mengatakan bahwa mereka membutuhkan akomodasi yang memiliki fasilitas WiFi super cepat, dan 11% bersedia membayar ekstra untuk layanan ini.
Trend #5 - Meningkatnya tarif kamar
Bahwa akan terjadi kecenderungan kenaikan tarif kamar dari akomodasi hotel, dan banyak dari pelaku industri perhotelan yang merasa optimis bahwa di tahun depan mereka akan lebih banyak meraih keuntungan dari tahun sebelumnya .
Dari survey yang dilakukan di temukan bahwa 3 dari 4 pemilik usaha optimis akan meraih laba lebih di sektor pariwisata.
Dan Hampir setengah dari para pelaku bisnis perhotelan global berencana untuk meningkatkan tarif kamar pada tiap tahunnya.
Alasan Kebanyakan akomodasi menaikkan tariff adalah untuk mengimbangi peningkatan biaya overhead (65%), meskipun lebih dari sepertiga menaikkan tarif dikarenakan alasan renovasi yang baru selesai (37%) atau karena meningkatnya permintaan (35%).
Dan 3 dari 4 pemilik usaha pariwisata optimis tentang profitabilitas du sektor pariwisata. Mayoritas mereka yang optimis mengatakan itu karena banyaknya event lokal dan kegiatan MICE yang akan dilakukan oleh market tamu (65%) .
91% dari pelaku bisnis perhotelan melihat bahwa dengan cara direct booking adalah sebagai kunci sukses bagi masa depan bisnis mereka.
Trend #6 - Mengelola Reputasi secara online
Kehadiran online tetaplah menjadi penting, bisnis pariwisata tidak bisa menutup mata tentang bagaimana kekuatan reputasi perusahaan sangat penting untuk dijaga di online
Karena 93% dari pelaku bisnis perhotelan mengatakan bahwa tinjauan online dari para wisatawan sangat penting bagi masa depan bisnis mereka.
Manajemen reputasi online masih merupakan investasi terbesar bagi pemilik bisnis akomodasi, dengan nilai pembiayaan investasi 59% lebih banyak di post ini daripada yang mereka lakukan di tahun sebelumnya.
Trend # 7 - Homestay Desa Wisata
Para Wisatawan saat ini lebih cenderung untuk mencari sensasi menginap di homestay - homestay unik di desa wisata.
Alasan utama mereka memilih homestay desa wisata karena mereka ingin merasakan keaslian gaya dan budaya hidup di desa dan menyatu dengan penduduk asli setempat.
Trend #8 - Wisata Kuliner
Kuliner tidak bisa lagi dikesampingkan, wisatawan rela mengeluarkan koceknya untuk sekedar terbang jauh - jauh untuk mencoba kuliner - kuliner khas daerah setempat. Wisatawan yang tergolong Kuliner Lover ini acapkali terbang dalam satu group besar dan mewajibkan travel agent yang mereka pergunakan jasanya untuk memasukkan obyek wisata kuliner sebagai itenerary tour mereka.
Demikian 8 poin utama dari trend pariwisata terkini , semoga ini bisa bermanfaat bagi kita semua di dalam menyusun kerangka kebijakan terkait membangun pariwisata Indonesia , yang tidak saja memajukan industrinya tetapi juga memakmurkan rakyatnya.
Selamat Bekerja untuk lebih hebatnya Pariwisata Indonesia
Taufan Rahmadi
Founder Temannya Wisatawan
*Diolah dari berbagai sumber
#SuarakanNTB #SuarakanPariwisata



0 Comments
Silahkan Berkomentar, Bebas Tapi Sopan.