Lintas NTB, Sumbawa Barat - Sudah cukup lama aktifitas Paralayang di bukit Mantar desa Mantar Kecamatan Poto Tano Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) kian vakum. Dampak tersebut dirasakan para pegiat yang tergabung dalam Club Mantar Paralayang - KSB terhitung sejak mulai dirintisnya pembangunan Bandara Kiantar.
Beberapa tahun silam, Bukit Mantar merupakan salah satu spot terbaik untuk aktifitas olahraga Paralayang, ditambah keindahan view nya menjadikan Bukit Mantar menjadi objek wisata unggulan dikala belum adanya Bandara Kiantar.
Tak hanya wisatawan asing, bahkan artis ibukota pun acapkali datang ke KSB hanya untuk melakukan aksi Paralayang di Bukit Mantar, seperti aktor legend - Bucek Depp bersama putrinya. Namun kejayaan wisata Bukit Mantar mulai pupus, setelah Bandara Kiantar mulai terbangun di lokasi setempat.
Untuk itu, Club Mantar Paralayang - Kabupaten Sumbawa Barat, Muklis kepada awak media ini berharap agar Komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa Barat, bisa memberikan atensi terkait keluhan ini. "Pasca terbangunnya Bandara Kiantar, kami tidak bisa lagi melakukan aktivitas Tundem Paralayang di Bukit Mantar, selain Bukit Mantar tidak ada lagi lokasi lain, makanya kami berharap para wakil rakyat bisa membantu mencari solusi terkait hal ini," harap Mukhlis, saat dijumpai media, Jum'at, (26/9/2025).
Sebelum ada dibangunnya Bandara Kiantar, spot tersebut diakui mampu memberikan pemasukan bagi pihak pengelola Paralayang dengan penyewaan alat Paralayang. Paralayang KSB telah melahirkan 60 and atlet handal dan telah meraih segudang prestasi saat mengikuti kompetisi tingkat regional maupun nasional.
"Susah payah kami dari pegiat Paralayang yang sudah bertahun-tahun mengejar lisensi untuk tundem tiba tiba harus terhenti gara gara ada Bandara, event event atlet pun hilang," sesal Mukhlis diiyakan anggota pegiat Paralayang lainnya.
"Sekarang, kami tidak bisa lagi beroperasi untuk melakukan Tundem ataupun Paralayang, ketentuannya tidak boleh ada aktivitas Paralayang dekat bandara, dikhawatirkan berdampak terhadap keselamatan aktivitas penerbangan," ucap Mukhlis.
Merespon hal itu, Mukhlis berharap kepada Komisi II DPRD KSB bisa membantu memfasilitasi untuk mencari solusi terkait keluhan tersebut. Demikian pula kepada Pemda KSB agar bisa membantu mencari jalan keluar, karena Bukit Mantar satu satunya lokasi di KSB paling strategis jika dibandingkan dengan daerah lain yang ada di Pulau Sumbawa maupun di NTB.
Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa Barat, Mustafa HZ saat dikonfirmasi media ini, menyatakan bahwa siap memberikan atensi terkait keluhan tersebut. "Kami akan mengkomunikasikan keluhan tersebut dengan pihak PT AMMAN, semoga ada solusi nantinya," imbuhnya.
Sebelumnya, Mantar menjadi salah satu objek wisata unggulan Sumbawa Barat baik dari sisi budaya adat lokal setempat, hingga dikenal sebagai salah satu spot terbaik untuk melakukan Tundem Paralayang. (LNG05)



0 Comments
Silahkan Berkomentar, Bebas Tapi Sopan.