![]() |
| Kegiatan pertamina dalam bidang LPG/doc |
"Dapat kami sampaikan bahwa konsumsi normal harian BBM untuk wilayah NTB berjenis premium, solar, kerosene, pertalite, pertamax dan solar non subsidi pada kisaran volume 1.723 KL," ungkap Unit Manager Communication & CSR Jatimbalinus, Rifky Rahman Yusuf pada siaran pers rabu (16/5).
Menjelang bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 2018, Pertamina memprediksi terjadi peningkatan konsumsi sekitar 2% hingga 8% untuk produk BBM.
Selain menyiapkan penambahan stok, Pertamina juga melakukan upaya lainnya seperti pembentukan tim Satgas khusus yang bertugas memantau dan mengkondisikan kelancaran penyaluran BBM dan LPG. Tim Satgas ini akan beroperasi pada H-14 hingga H+7 Idul Fitri.
Berbeda dengan BBM, prediksi rata-rata konsumsi bulanan LPG PSO (bersubsidi 3 kg) di wilayah NTB yaitu sebesar 6.517 Metric Ton / Bulan. Pada saat bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri, Pertamina memprediksi akan mengalami peningkatan konsumsi LPG 3 Kg dengan estimasi sebesar 8% dari konsumsi normal bulanan atau mencapai 7038 MT.
Konsumsi LPG Non Subsidi (Bright Gas 5.5 kg, Bright Gas 12 Kg, dan LPG 12 kg) di NTB juga diprediksi mengalami peningkatan selama bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri sebesar 13% (465 Metric Ton/bulan) dibandingkan dengan konsumsi normal bulanan yaitu sebesar 405 MT.
Selain peningkatan stok, upaya Pertamina dalam mengamankan pasokan LPG antara lain
Melakukan built-up stock di tabung dan menjaga stok di storage agar selalu penuh. Begitu pula built-up stock di agen, pangkalan, dan outlet LPG. Membentuk 14 agen siaga dan 49 pangkalan siaga di wilayah NTB.
Pengamanan pasokan LPG dengan menambah alokasi penyaluran channel distribution sampai dengan 109% dari konsumsi normal.
Memonitor kondisi cuaca dan gelombang penyebrangan Lombok-Bali serta berkoordinasi dengan pihak pelabuhan & kapal.(cand)


0 Comments
Silahkan Berkomentar, Bebas Tapi Sopan.