Terindikasi Narkoba, Warnet & Game Online Di Himbau Batasi Jam Operasional

Kapolres Mataram AKBP Muhammad (Dua dari kanan) dan Kepala BNN Kota Mataram Nur Rachmad (Pojok kiri)
MATARAM,LINTASNTB. Peredaran Narkoba di Kota Mataram semakin memperihatinkan. Dalam konferensi persnya, Badan Narkotika Nasional Kota Mataram (BNN) mencatat populasi penyalahgunaan narkoba (pecandu) meningkat 43% dalam kurun waktu 2017 – 2018.

“Jumlah pasien pengguna Narkoba mengalami peningkatan sebesar 43 % dibandingkan tahun lalu,”ungkap kepala BNNP NTB Nur Rachmat saat peringatan HANI 2018, (12/7).

Selain itu, peningkatan jumlah populasi pecandu narkoba ini diakibatkan oleh para bandar – bandar narkoba mulai menyasar remaja yang tingkat ke keingintahuan yang tinggi.

“Untuk itu kami mengimbau kepada para orang tua untuk senantiasa menjaga anak -anak bila perlu kita sebagai orang tua bisa menjadi diktaktor bagi mereka,” tegasnya.

Pihak BNN dalam hal ini BNN Kota Mataram pun tidak tinggal diam melihat pergeseran fenomena ini, ia pun beserta jajarannya terus berupaya melakukan pencegahan preventif seperti mendeteksi tingkat keberadaan narkoba di sekolah, warnet dan game online. 

“Untuk di sekolah - sekolah kita turun tanpa menggunakan atribut BNN untuk mendeteksi itu. Sementara untuk untuk di warnet dan game online kita akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian", pungkasnya.

Ia juga mensinyalir keberadaan warnet dan game online dijadikan sebagai peredaran narkoba dan judi online. Meski begitu, dia mengaku belum menemukan bukti bukti yang kuat.

Di tempat terpisah, Kapolres Mataram AKBP Muhammad, SIK menghimbau warnet-warnet yang buka 24 jam untuk membatasi jam operasionalnya.

"Kami menghimbau kepada semua pengelola warnet dan game online untuk membatasi jam operasionalnya", tegasnya.

Pihaknya pun tidak menampik akan turun langsung dengan terlebih dahulu berkoordinasi dengan Pemerintah Kota atau Satpol PP guna menertibkan warnet dan game online yang buka sampai larut malam.

"Nanti kita akan turun mengecek keberadaan warnet dan game online dan akan kita tertibkan",tegasnya.

Sementara untuk ekpedisi barang, Muhammad menambahkan, untuk bekerjasama dengan kepolisian, apabila ada alamat- alamat yg tidak jelas untuk segera berkoordinasi dengan kepolisian untuk selanjutnya di lakukan pengecekan. 

Pengiriman melalui ekpedisi sendiri sulit terdeteksi karena melalui darat dan laut. Berbeda dengan pengiriman barang melalui udara yang terlebih dahulu di scan atau melalui detektor.

(Amrin)

0 Comments

Silahkan Berkomentar, Bebas Tapi Sopan.