Inovasi Terbaru, Brida KSB Susun Strategi Satu Kebijakan Satu Riset


Lintas NTB, Sumbawa Barat -
Kepala Badan Riset dan Inovasi daerah (Brida) Kabupaten Sumbawa Barat Mars Anugerahinsyah melaksanakan strategi satu kebijakan satu riset terhadap program-program pemerintah daerah.

Hal itu bertujuan agar tersusunnya starategi satu kebijakan satu riset Sumbawa Barat. Selain itu, akan terbangunnya sistem informasi riset daerah (SIRD), tersusunnya kebijakan berbasis riset, terbangunnya mindset riset di kalangan OPD dan terciptanya ekosistem pembuatan kebijakan berbasis riset di KSB.

Menurutnya, strategi satu kebijakan satu riset dilakukan karena selama ini, belum terbentuknya mindset riset di kalangan OPD dan sebagian besar kebijakan daerah dibuat tidak menggunakan data hasil riset. Sehingga belum adanya ekosistem pembuatan kebijakan berbasis riset.

Ia menjelaskan, hal ini juga memberikan manfaat bagi pemerintah Kabupaten seperti pengambilan keputusan yang akan berbasis data mengurangi trial-error (+45% akurasi program), sistem early warning berbasis riset untuk antisipasi krisis seperti stunting dan pengangguran. Efisiensi birokrasi yakni, kolaborasi lintas OPD terstruktur melalui platform SIRDa (-50% rapat koordinasi), alokasi anggaran lebih tepat sasaran berdasar temuan riset. Peningkatan akurasi penyusunan kebijakan berbasis data oleh seluruh perangkat daerah yang berjumlah 40. Perangkat daerah teknis termasuk kecamatan. "Kebijakan yang dihasilkan dapat efektif, efisien dan tepat sasaran," katanya saat diwawancarai awak media di ruang kerjanya, Senin, (11/8/2025).

Ini juga akan terjadi akuntabilitas yaitu transparansi penggunaan dana riset melalui dashboard publik dan peningkatan indeks tata kelola pemerintahan (IPKD). 

Terpenting bagi masyarakat bila hal ini diterapkan secara langsung yakni, program pemerintah lebih sesuai kebutuhan riil dengan contoh bantuan

UMKM tepat jenis/usaha, akses terbuka hasil riset via portal SIRDa bagi masyarakat. Secara tidak langsung akan meningkatkan kualitas layanan publik (pendidikan, kesehatan) berbasis temuan riset, peluang partisipasi dalam riset kolaboratif (crowdsourcing data). Manfaat jangka panjang, munculnya lapangan kerja berbasis inovasi hasil riset dan peningkatan literasi riset masyarakat. 

"Masyarakat akan bisa mengetahui program-program pemerintah daerah, karena akan menyentuh langsung ke tengah masyarakat melalui berbagai sosialisasi dan kunjungan lapangan," pungkasnya. (LNG05)


0 Comments

Silahkan Berkomentar, Bebas Tapi Sopan.