Oleh: Bambang Supriadi
(Biro LISDAL DPW LDII Provinsi BTB)
Di tengah meningkatnya persoalan sampah di Kabupaten Sumbawa Barat, hadir sebuah gerakan sederhana namun penuh makna. Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menggagas Program Pengelolaan Sampah Berbasis Masjid (PPSBM) sebagai upaya nyata yang menjadikan masjid bukan hanya pusat ibadah, melainkan juga pusat solusi lingkungan. Dari halaman masjid, lahirlah semangat baru umat untuk ikut menjaga bumi.
PPSBM ini mendapat sambutan luas dari jamaah. Mereka tidak sekadar datang ke masjid untuk shalat berjamaah dan mengaji, tetapi juga membawa kesadaran baru dengan menerapkan prinsip pengelolaan sampah sesuai peraturan perundang-undangan. Melalui PPSBM, masjid bisa menjadi motor perubahan. Dari umat untuk negeri, dari masjid untuk bumi.
Pengelolaan sampah menjadi isu penting di Indonesia, termasuk di Kabupaten Sumbawa Barat. Timbulan sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk, peningkatan aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat. Kondisi ini menuntut adanya strategi baru yang tidak hanya mengandalkan pemerintah, tetapi juga melibatkan partisipasi masyarakat secara langsung.
Salah satu terobosan yang lahir dari masyarakat adalah Program Pengelolaan Sampah Berbasis Masjid (PPSBM), sebuah gerakan lingkungan yang digagas oleh LDII Kabupaten Sumbawa Barat. Gerakan ini hadir dengan semangat bahwa masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat peradaban umat yang mampu melahirkan solusi nyata bagi persoalan sosial dan lingkungan.
Melalui PPSBM, masjid bisa sebagai pusat gerakan umat, bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat edukasi lingkungan. Dengan gerakan ini, jamaah terbiasa menjaga kebersihan dan melakukan pengelolaan sampah yang benar sekaligus menjadi contoh bagi masyarakat. Dari masjid, kita bisa memberi kontribusi nyata untuk percepatan Asta Cita.
Masjid Sebagai Pusat Gerakan Lingkungan
Dalam ajaran Islam, kebersihan adalah bagian dari iman. Prinsip inilah yang menjadi dasar pemikiran PPSBM. LDII Sumbawa Barat memandang masjid sebagai tempat yang strategis untuk membangun kesadaran kolektif. Dari masjid, nilai-nilai kebersihan, kepedulian terhadap lingkungan, dan tanggung jawab sosial dapat ditanamkan dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui PPSBM, masjid difungsikan bukan hanya sebagai tempat ibadah, melainkan juga pusat edukasi lingkungan. Jamaah tidak hanya diajak melaksanakan shalat berjamaah dan mengikuti pengajian, tetapi juga terlibat dalam kegiatan pengelolaan sampah, mulai dari pemilahan, pengumpulan, pengolahan, hingga sampah benar-benar tidak mencemari dan merusak lingkungan. Selanjutnya, dari masjid pula lahir konsep Sedekah Sampah 5M, yaitu memilah sampah, mengumpulkan sampah daur ulang, Mengolah sampah organik, mengirim sampah daur ulang ke bank sampah atau LPS dan mengangkut sampah sisa ke TPA.
Dengan gerakan ini, jamaah dilatih untuk disiplin mengelola sampah sehingga tidak lagi mencemari lingkungan. PPSBM sengaja dirancang untuk memberi solusi melalui edukasi dan partisipasi jamaah yang dilaksanakan sistematis, berkesinambungan, serta sesuai peraturan.
Penerapan sistem pengelolaan sampah yang benar sesuai peraturan perundang-undangan merupakan bagian utama dari tujuan pengelolaan sampah berkelanjutan. Program ini juga sebagai bentuk dukungan LDII terhadap kebijakan pemerintah dalam mewujudkan Indonesia Bersih Sampah 2029 dan Asta Cita. Di daerah program ini sangat beririsan dengan program STBM KSB, NTB Zero Waste. Terlebih saat ini Pemerintah KSB sedang fokus dalam persiapan mewujudkan Taliwang, Ibukota Kabupaten Sumbawa Barat sebagai kota bersih (Adipura).
PPSBM juga sejalan dengan kegiatan dakwah LDII yang intens di semua jenjang usia. Potensi jamaah yang besarl diaktualisasikan dalam pengelolaan sampah rumah tangga. Maka lahirlah tujuan utama PPSBM, yaitu: mengurangi sampah menuju TPA, menjadikan sampah sebagai sumber daya, menciptakan siklus organik, menumbuhkan kesadaran jamaah, sekaligus mengimplementasikan 8 Klaster Pengabdian LDII untuk Bangsa, khususnya klaster ketahanan pangan dan lingkungan, menerapkan 29 karakter luhur LDII serta berkontribusi dalam program pengelolaan sampah tingkat Kabupaten Sumbawa Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Nasional termasuk Asta Cita.
Peluncuran PPSBM dilakukan oleh Ketua MUI Kabupaten Sumbawa Barat di Aula Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sumbawa Barat pada tanggal 8 Agustus 2025. Namun inisiasi PPSBM dimulai tahun 2004, di mana implementasinya telah memberikan hasil yang cukup menggembirakan. Tahun ini menjadi momentum peningkatan, tidak hanya mengelola sampah anorganik bernilai jual (daur ulang), tetapi juga sampah organik rumah tangga yang jumlahnya lebih dominan. Partisipasi ibu-ibu rumah tangga menjadi kunci keberhasilan. Hingga kini PPSBM telah menghimpun sedekah sampah mendekati nilai 5 juta untuk mendukung pembangunan dan operasional masjid.
PPSBM bukan sekadar teknis, tetapi mengintegrasikan nilai agama, sosial, dan lingkungan. Gerakan ini berjalan paralel dengan upaya pemerintah mengoptimalkan TPS3R di desa-desa dan peran bank sampah. Lebih jauh, PPSBM berhubungan erat dengan Asta Cita, delapan program prioritas pembangunan nasional. Salah satunya percepatan pembangunan berkelanjutan dan peningkatan kualitas lingkungan hidup.
PPSBM dan Relevansinya dengan Asta Cita
LDII telah lebih dulu menegaskan kontribusi di bidang lingkungan melalui Munas 2021 yang merumuskan 8 klaster pengabdian untuk bangsa. Beberapa aksi lingkungan di antaranya Go Green LDII yang telah menanam lebih dari 4 juta pohon secara nasional sejak tahun 2007, instalasi Pembangkit Listri Tenaga Surya (PLTS) di pondok pesantren dan kantor LDII dalam upaya penurunan emisi GRK melalui pemanfaatan energi baru terbarukan. PPSBM melengkapi langkah itu sebagai strategi percepatan Asta Cita, menumbuhkan budaya peduli lingkungan sejak komunitas terkecil. Jika setiap masjid di Indonesia memiliki program serupa, dampaknya akan luar biasa. TPA tidak lagi kelebihan kapasitas, lingkungan bersih, dan masyarakat memperoleh manfaat ekonomi.
Sejauh ini, PPSBM LDII KSB memberi dampak nyata: lingkungan masjid lebih bersih, jamaah lebih nyaman beribadah, kesadaran kolektif meningkat, masyarakat terbiasa memilah sampah sejak rumah tangga, bank sampah memberi nilai tambah ekonomi, dan kontribusi nyata mendukung pembangunan berkelanjutan sejalan dengan Asta Cita, delapan program prioritas pembangunan yang menjadi arah kebijakan nasional di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Salah satu poin penting dalam Asta Cita adalah mempercepat pembangunan berkelanjutan dan meningkatkan kualitas lingkungan hidup.
Dengan adanya PPSBM, LDII Sumbawa Barat ikut memberikan kontribusi nyata pada misi tersebut. Gerakan ini berfungsi sebagai strategi percepatan Asta Cita, sebab mampu menumbuhkan budaya peduli lingkungan sejak level komunitas. Sebab hingga kini sampah masih menjadi masalah serius KSB, juga di tingkat nasional yang ditunjukkan dengan timbulan sampah yang tidak terkelola masih di atas 40%.
PPSBM menjadi bukti nyata bahwa umat berperan aktif dalam menjaga bumi sekaligus membantu pemerintah mewujudkan target Asta Cita. Gerakan yang dimulai di Kabupaten Sumbawa Barat ini berpotensi menjadi model nasional. Kita ingin menunjukkan bahwa anak muda juga bisa mengambil peran. PPSBM bukan hanya soal sampah, tapi soal tanggung jawab generasi dalam menjaga bumi. Ini adalah warisan terbaik untuk masa depan.
Terbayang besarnya dampak jika semuanya menerapkan PPSBM. Lingkungan akan lebih bersih, TPA tidak lagi kelebihan kapasitas, dan masyarakat mendapatkan manfaat ekonomi dari sampah yang dikelola dengan baik.
Penutup
PPSBM LDII Sumbawa Barat adalah contoh nyata bagaimana peran umat melalui masjid dapat memberikan solusi konkret terhadap persoalan sampah. Gerakan ini tidak hanya sebatas menjaga kebersihan, tetapi juga menanamkan nilai iman, kepedulian sosial, dan kesadaran lingkungan.
Lebih dari itu, PPSBM adalah wujud kontribusi umat Islam dalam mempercepat pencapaian Asta Cita. Dari masjid, lahirlah gerakan umat yang mengakar, berdampak, dan menjadi bagian penting dari perjalanan Indonesia menuju lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. Dari masjid untuk negeri, dari umat untuk bumi. PPSBM adalah ikhtiar bersama mempercepat terwujudnya Asta Cita. (LNG05)


0 Comments
Silahkan Berkomentar, Bebas Tapi Sopan.