Lintas NTB, Sumbawa Barat - Sekretaris Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumbawa Barat Iwan Irawan mendesak badan usaha logistik (Bulog) untuk segera membayar jagung petani yang sudah lama diserap.
Ia juga menyampaikan bahwa, Bulog sampai saat ini belum membayar 82 ton jagung petani, hasil panen bulan Mei ditambah 60 ton di bulan ini, jadi totalnya 142 ton jagung petani yang belum terbayarkan. 142 ton jagung ini dari 40 lebih petani KSB. "Kami kasihan melihat kondisi petani jagung kita yang belum dibayarkan dari beberapa bulan lalu," ungkapnya.
Selain itu, dia juga mempertanyakan soal pemanfaatan gudang Bulog yang ada di desa Lalar Liang. "Kami minta Bulog segera memperjelas status kerjasama dengan gudang di Desa Lalar Liang, dan juga segera membangun gudang baru di tanah bulog yang masih luas di desa Lamusung. Karena hal ini sudah disampaikan oleh komisi II ke Kanwil Bulog beberapa waktu lalu," jelasnya.
Sementara itu, pimpinan cabang Bulog Sumbawa Zuhri Hanafi mengatakan bahwa, pihaknya tidak tahu jagung yang mana banyak menumpuk tersebut, dirinya juga mempertanyakan jagung ini masuk lewat mana dan ke siapa dimasukkan. "Semua jagung yang masuk ke bulog sudah dibayarkan semua," katanya.
Ia menambahkan, semua jagung yang digudang sudah diproses pembayarannya. (LNG05)



0 Comments
Silahkan Berkomentar, Bebas Tapi Sopan.