Lintas NTB, Sumbawa Barat – Dari simpul-simpul tali sederhana, lahirlah karya seni yang mampu merangkai cerita, harapan, dan mimpi. Begitulah perjalanan *Macrame Rani Art*, usaha rumahan dari Kelurahan Telaga Bertong, Taliwang, yang kini namanya mulai berkibar hingga ke telinga wisatawan mancanegara. Semua ini tak lepas dari dukungan *PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN)*, perusahaan tambang yang tak hanya mengolah sumber daya alam, tapi juga menumbuhkan sumber daya manusia.
Bagi Intan Mulyana, pendiri Rani Art, setiap simpul yang diikat bukan sekadar rangkaian tali, melainkan ikatan doa dan cinta. Dari tangan kreatifnya lahirlah alas gelas, gantungan pot, hingga hiasan dinding yang menghiasi hotel, restoran, bahkan rumah tamu dari berbagai negara. “Alhamdulillah, hampir setiap minggu selalu ada pesanan baru. Mulai dari pecinta macrame hingga hotel dan restoran,” ujarnya dengan mata berbinar.
Jejak Dukungan AMMAN
Keberhasilan itu bukan hadir begitu saja. AMMAN, melalui *Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM)*, hadir sebagai jembatan. Dengan tiga pilar utama—*pengembangan SDM, pemberdayaan ekonomi, dan pariwisata berkelanjutan*—AMMAN mendorong lahirnya ekosistem baru pasca tambang. Macrame Rani Art pun menjadi bagian dari upaya ini: sebuah bukti bahwa ekonomi kreatif mampu berdiri sejajar dengan pariwisata, bahkan menjadi daya tarik tersendiri.
“PPM AMMAN dijalankan agar komunitas di sekitar tambang memiliki peluang luas untuk berkembang. Salah satunya lewat pariwisata berkelanjutan yang bisa menjadi industri pengganti tambang di masa depan,” terang Aji Suryanto, Senior Manager Social Impact AMMAN.
Dari Ruang Tamu ke Pasar Dunia
Rani Art berawal dari ruang tamu sederhana. Intan melihat peluang, karena kerajinan tangan di KSB masih minim. Dengan kesabaran dan ketelatenan, ia merangkai simpul demi simpul hingga menjadi karya elegan dan bernilai tinggi. Produk yang awalnya sulit dipasarkan kini mulai dilirik berkat jaringan AMMAN yang mengenalkan karyanya kepada karyawan, hotel, dan restoran.
Kini, tamu-tamu mancanegara yang menginap di resort atau hotel di Sumbawa Barat kerap membawa pulang karya macrame sebagai oleh-oleh khas. Tak hanya bernilai estetika, setiap simpul membawa cerita: tentang perempuan Sumbawa yang berdaya, tentang ekosistem yang bertumbuh, dan tentang masa depan yang lebih cerah.
Kolaborasi dengan Pelaku Wisata
Dukungan tak hanya datang dari AMMAN, tetapi juga pelaku pariwisata. Hendri, Owner Kini Resort dan Hotel Kirana Retreat, menegaskan komitmennya dalam mendukung UMKM lokal. Setiap bulan ia mengadakan *Sunday Market*—pasar mingguan di hotel—sebagai wadah bagi UMKM memperkenalkan produk mereka ke wisatawan lokal maupun mancanegara. “Kami hanya menjadi penyambung. Tugas kami memastikan tamu mendapatkan produk lokal terbaik,” katanya.
Simpul Harapan yang Tak Pernah Lepas
Seperti simpul macrame yang saling mengikat, kisah Rani Art adalah tentang bagaimana masyarakat, perusahaan, pemerintah, dan pelaku wisata merangkai mimpi bersama. Intan berharap usahanya kelak bisa menjadi produsen kerajinan tangan pertama dan terbesar di KSB, serta membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat.
Di setiap helai tali yang terjalin, tersimpan pesan bahwa ketika tangan-tangan kecil diberi ruang untuk tumbuh, mereka mampu merajut perubahan besar. Dan berkat dukungan AMMAN, simpul-simpul karya Rani Art kini telah terikat erat dengan hati para turis dunia. (LNG05)





0 Comments
Silahkan Berkomentar, Bebas Tapi Sopan.