Lintas NTB, Sumbawa Barat - PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN) melakukan berbagai inisiatif berkelanjutan dalam Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM). Inisiatif ini mencakup pengembangan kapasitas masyarakat, agar dapat memaksimalkan kesejahteraan dan potensi sumber daya manusia dan wilayah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB).
Visi PPM AMMAN adalah, “Komunitas di mana AMMAN beroperasi, memiliki ekosistem sosial budaya dinamis yang menghasilkan peluang luas bagi semua untuk berkembang”. PPM AMMAN dijalankan melalui tiga pilar, yakni Human Capital Development (Pengembangan Sumber Daya Manusia), Economic Empowerment (Pemberdayaan Ekonomi), dan Sustainable Tourism (Pariwisata Berkelanjutan).
Human Capital Development fokus pada program pendidikan dan kesehatan dengan menargetkan masyarakat di sekitar wilayah operasional, apa pun latar belakangnya, untuk memiliki kesejahteraan, kemampuan, dan hak untuk menentukan arah menuju masa depan yang lebih baik dengan penghidupan yang bermartabat.
Sebagai salah satu kunci mencapai pembangunan ekonomi dan sosial yang berkelanjutan, pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat perlu bekerja sama untuk memastikan bahwa, semua anak usia dini memiliki akses ke PAUD yang berkualitas. PAUD dialami oleh anak pada masa emas, dimana perkembangan aspek dasar kognitif, sosial-emosional, bahasa dan motorik terjadi. Jika dasar tersebut tidak berkembang, maka kesiapan anak sekolah menjadi rendah, berdampak pada capaian hasil belajar yang rendah. Menyoroti pentingnya peran PAUD, AMMAN bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sumbawa Barat menginisiasi program ‘PAUD Prestasi’ (PAUD Berprestasi dengan Berpikir Komputasi) sejak tahun 2023.
Program ini berfokus pada peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui pengembangan kemampuan pra-literasi dan pra-numerasi siswa PAUD dengan pendekatan berpikir komputasi, sebuah metode pemecahan masalah dengan menerapkan prinsip berpikir yang terstruktur, sehingga berpotensi untuk meningkatkan kreativitas, kemampuan analisis dalam memecahkan masalah dan inovasi anak sejak dini. Berpikir komputasional juga memungkinkan mengenali masalah di sekitarnya, memahami apa masalahnya dan mengembangkan alternatif solusi yang tepat.
Hingga kini, program PAUD Prestasi telah menjangkau lebih dari 400 peserta seperti kepala sekolah, guru, dan peserta didik yang tersebar di 29 PAUD (5 PAUD negeri, 22 PAUD swasta, dan 2 Raudhatul Athfal) di tiga Kecamatan di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) yakni Sekongkang, Jereweh, dan Maluk.
Keberhasilan program PAUD Prestasi tidak hanya terasa di tingkat lokal Kabupaten Sumbawa Barat, tetapi juga telah mendapat pengakuan dan perhatian di tingkat nasional serta internasional, antara lain:
Pada tahun 2024, AMMAN meraih 2 penghargaan Tamasya Award (Tambang Mensejahterakan Masyarakat) dari Kementrian ESDM untuk implementasi inovasi PAUD Prestasi dan monitoring evaluasi sebagai upaya keberlanjutan.
Pada 2025, kami melakukan presentasi di National University of Singapore (NUS) Singapore dalam rangka Child Conference: Practice in Early Childhood, khususnya pada aspek keterlibatan orang tua, terutama ayah dalam mendampingi anak belajar dan bermain di rumah. Menjadi pionir implementasi berpikir komputasional di PAUD yang hingga saat ini baru dijalankan secara sistematis oleh dua institusi saja di Indonesia dalam mendampingi mitra tenaga pendidik, yaitu Bakti Pendidikan Djarum Foundation (di Kudus dan sekitarnya) serta AMMAN melalui PAUD Prestasi di Sumbawa Barat.
Pemerintah melalui Kemendikdasmen telah menetapkan pengenalan Koding dan Kecerdasan artifisial (KKA) sebagai salah satu prioritas nasional. Dasar dari cara berpikir dalam KKA adalah Berpikir Komputasional, yang idealnya mulai dikenalkan sejak usia dini agar anak-anak memiliki fondasi berpikir logis, sistematis, kreatif, dan adaptif dalam menghadapi perkembangan teknologi masa depan. Mendapatkan perhatian langsung dari Direktorat PAUD Kemendikdasmen pada akhir 2025. Kementerian menyatakan bahwa implementasi berpikir komputasional harus dimulai sejak anak usia dini dan berencana memperluas pendekatan serupa ke tingkat nasional.
Untuk itu, Kemendikdasmen secara resmi meminta dukungan AMMAN dan Bakti Pendidikan Djarum Foundation untuk membantu menyusun seluruh bahan ajar (modul), panduan fasilitator, media pembelajaran, serta praktik baik PAUD Prestasi agar dapat diadaptasi dan digunakan oleh ratusan ribu guru PAUD di seluruh Indonesia. Pengembangan bahan ajar dan diseminasi praktik baik ini dilakukan oleh guru-guru PAUD yang didampingi oleh AMMAN dan Bakti Pendidikan Djarum Foundation. Berbagai praktik tersebut menunjukkan bahwa, berpikir komputasional dapat diterapkan secara kontekstual, aplikatif, dan relevan dengan perkembangan anak usia dini.
Dalam rangka memperkuat dan memperluas implementasi berpikir komputasional di tingkat nasional, maka pada Oktober 2025 Direktorat Guru PAUD dan Pendidikan Non-Formal dan Direktorat Jenderal GTK PG menginisiasi pelaksanaan pelatihan berpikir komputasional untuk jenjang PAUD yang dikembangkan dan difasilitasi oleh Bakti Pendidikan Djarum Foundation melalui Pusat Belajar Guru Kudus dan PT Amman Mineral Nusa Tenggara dan Yayasan INSPIRASI dalam menyelenggarakan Pelatihan Calon Pelatih dalam Implementasi Berpikir Komputasional di PAUD.
Tujuan Kegiatan untuk menyiapkan calon pelatih yang akan mendiseminasikan secara mandiri pendekatan berpikir komputasional kepada guru-guru PAUD di wilayahnya masing-masing. Calon pelatih akan melatih guru-guru PAUD agar mampu mengenalkan cara berpikir komputasional sejak dini kepada peserta didik melalui kegiatan pembelajaran yang kontekstual dan menyenangkan.
Dengan pengakuan dan permintaan replikasi nasional ini, PAUD Prestasi tidak lagi hanya menjadi program lokal KSB, melainkan telah menjadi model nasional dalam membangun fondasi berpikir logis, kreatif, dan pemecahan masalah sejak usia dini.
Di temui oleh awak media di hotel Tropical Sekongkang, Desi Novitasari salah satu Guru TK Maluk menceritakan pengalamannya dalam membuat modul yang akan dipakai oleh guru paud se Indonesia. Dimui dengan pelatihan calon pelatih implementasi berpikir Komputasional di PAUD. Dirinya juga mengagendakan dan memberikan gambaran kegiatan dan peran guru KSB, pembelajaran bagi Guru KSB, berbagi cerita, rencana Tindak Lanjut (RTL).
" Kami juga memberikan pelatihan kepada calon pelatih dalam implementasi berpikir Komputasional," katanya.
Senada dengan itu, Ermawati TKN 1 Jereweh menjelaskan bahwa, tujuan pengembangan bahan ajar pelatihan dan menyiapkan calon pelatih untuk penerapan Berpikir Komputasional pada Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di berbagai daerah di Indonesia. Output yang diharapkan dari kegiatan itu, terlahirnya calon pelatih yang memahami dan mampu mengintegrasikan muatan berpikir komputasional dalam pembelajaran PAUD di konteks masing-masing.
Calon Pelatih menjadi agen, perubahan dan fasilitator pembelajaran yang mampu mendampingi guru-guru PAUD dalam mengimplementasikan pendekatan tersebut di satuan pendidikan maupun komunitasnya. (LNG05)





0 Comments
Silahkan Berkomentar, Bebas Tapi Sopan.