AMMAN Lakukan Pengembangan SDM KSB Melalui Program Beasiswa Vokasi AMMAN Scholars


Lintas NTB, Sumbawa Barat –
PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN) terus memperkuat komitmennya dalam pengembangan sumber daya manusia di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) melalui berbagai Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) yang berkelanjutan. Program ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas masyarakat agar mampu memaksimalkan kesejahteraan dan potensi daerah, terutama dalam menghadapi masa pasca-operasional tambang.

Aji Suryanto, Senior Manager Social Impact AMMAN mengatakan bahwa, PPM AMMAN memiliki visi menciptakan komunitas di wilayah operasional perusahaan yang memiliki ekosistem sosial budaya dinamis sehingga membuka peluang luas bagi masyarakat untuk berkembang. Program ini dijalankan melalui tiga pilar utama, yakni Human Capital Development (Pengembangan Sumber Daya Manusia), Economic Empowerment (Pemberdayaan Ekonomi), dan Sustainable Tourism (Pariwisata Berkelanjutan).

Ia menjelaskan, pada pilar Human Capital Development, AMMAN menitikberatkan pada peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan masyarakat di sekitar wilayah operasional. Salah satu program unggulannya adalah Beasiswa AMMAN Scholars, yang bertujuan memperluas akses pendidikan berkualitas sekaligus menyiapkan generasi muda KSB yang unggul, kompetitif, dan siap menghadapi kebutuhan dunia kerja.

"Program ini menyediakan beasiswa pendidikan vokasi baik formal maupun non-formal. Untuk pendidikan formal, AMMAN memberikan beasiswa bagi siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) serta pendidikan tinggi Diploma III. Sementara pendidikan non-formal mencakup pelatihan keterampilan seperti pengoperasian alat berat, hospitality, hingga digital skills. Seluruh program dirancang untuk menghasilkan tenaga kerja terampil yang siap bersaing di dunia industri sekaligus mendorong lahirnya wirausaha muda," jelasnya.

Pelaksanaan program beasiswa ini juga melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah dan sejumlah sekolah vokasi unggulan di Indonesia. Melalui kerja sama tersebut, para penerima beasiswa tidak hanya mendapatkan pendidikan, tetapi juga pengalaman kerja melalui program on the job training, pembiasaan teknologi sesuai kebutuhan industri, serta peluang koneksi kerja setelah lulus.

Sejak pertama kali diluncurkan pada 2021, program AMMAN Scholars untuk pendidikan SMK telah berjalan hingga lima angkatan. Hingga tahun 2025, program ini telah memberikan manfaat kepada 240 pelajar asal KSB yang lolos melalui proses seleksi ketat dan transparan.


Para penerima beasiswa tersebut melanjutkan pendidikan di sejumlah SMK unggulan di berbagai daerah, seperti Kudus (Jawa Tengah), Ponorogo dan Malang (Jawa Timur). Jurusan yang ditempuh pun beragam, mulai dari teknik alat berat, teknik listrik, animasi, desain grafis, hingga perhotelan dan tata boga.

Salah satu penerima beasiswa tersebut adalah Rabiatul Adwiah (Atun), siswa SMK Brantas Karangkates Malang jurusan Teknik Pembangkit Listrik. Lulusan SMPN 1 Maluk ini aktif sebagai Wakil Ketua OSIS sekaligus anggota ekstrakurikuler matematika. Berasal dari Desa Mantun, Kecamatan Maluk, Atun bercita-cita menjadi operator listrik di pembangkit listrik tenaga air (PLTA) di Indonesia.

Penerima lainnya, Michael Gabriel Lele (Kael), merupakan siswa jurusan Teknik Alat Berat di SMK PGRI 2 Ponorogo. Kael dikenal aktif dalam berbagai kegiatan ekstrakurikuler seperti futsal, basket, dan sepak bola. Pemuda asal Maluk ini bercita-cita menjadi pengusaha rental alat berat di masa depan.

Sementara itu, Nayla Aulia Marsya, siswa jurusan perhotelan di SMK PGRI 1 Kudus, tengah menjalani program magang internal sebagai kasir di OZA Café yang merupakan teaching factory sekolahnya. Nayla mengaku pengalaman tersebut membantunya menjadi lebih percaya diri dalam berinteraksi dengan pelanggan. Ia menargetkan dapat melanjutkan magang eksternal di salah satu hotel ternama di Jakarta dan bermimpi bekerja di industri perhotelan di Jepang.

Kisah inspiratif juga datang dari Ahyati Mulya (Aya), alumni AMMAN Scholars angkatan pertama tahun 2021 dari jurusan Animasi 2D SMK Raden Umar Said Kudus. Setelah lulus pada 2024, Aya sempat magang sebagai graphic designer dan content planner di Yogyakarta. Kini ia kembali ke KSB dan bekerja sebagai resepsionis di Bene Residence dan Eatery di Desa Benete, sekaligus mengelola desain brand dan media sosial usaha tersebut.

Di sela aktivitasnya, Aya juga mengembangkan usaha kuliner dimsum yang dipromosikan melalui media sosial hingga sempat viral. Usaha tersebut menjadi bukti bahwa keterampilan digital yang diperolehnya selama mengikuti program pendidikan vokasi dapat membuka peluang ekonomi baru.

Melalui berbagai kisah sukses tersebut, program AMMAN Scholars diharapkan mampu mencetak generasi muda KSB yang memiliki keterampilan, daya saing, serta semangat kewirausahaan untuk membangun masa depan daerahnya. (WS.01)


0 Comments

Silahkan Berkomentar, Bebas Tapi Sopan.