![]() |
| Foto ilusi |
Lombok Timur - Kata LC mungkin sudah tidak asing di dunia malam, namun sebagian orang salah mengartikan arti sebenarnya tentang LC. Sebagian juga menganggap LC itu adalah pekerja seks komersil.
LC (Lady Companion/Pemandu Lagu) dan PSK (Pekerja Seks Komersial) berbeda pada fokus pekerjaannya. LC bekerja menemani tamu karaoke, mengobrol, dan minum, sedangkan PSK berfokus pada aktivitas seksual sebagai transaksi utama. Meski ada risiko pergeseran peran, LC secara umum bertugas sebagai pendamping hiburan, sedangkan PSK adalah jasa seksual.
LC (Lady Companion/Pemandu Lagu) disebut juga purel, bekerja di tempat hiburan malam (karaoke) untuk menemani tamu menyanyi, ngobrol, menyuguhkan minuman, dan membangun suasana, dan minuman yang di suguhkan juga tidak mesti minuman alkohol.
Berbeda dengan PSK, PSK (Pekerja Seks Komersial), individu yang melakukan hubungan intim dengan orang lain sebagai imbalan uang atau jasa.
"LC ini datang sendiri, kadang sama temen, kadang juga sama pacarnya. Mereka cuma duduk duduk sambil karaoke, tidak ada hal lain. Trus dari mana datangnya prostitusi, jangan sampai hal hal negatif yang terjadi di Labuhan Haji di kaitkan dengan keberadaan cafe!, tegas AN, salah satu pengelola cafe di labuhan haji.
Fokus Pelayanan LC hanya pada pendampingan emosional dan hiburan sosial. Sementara PSK fokus pada pelayanan biologis/seksual. Lokasi Kerja, LC pada umumnya di room karaoke atau tempat hiburan malam, bahkan di warung warung banyak kita temukan perempuan yang menemani pria karaoke, namun tidak semua pekerjaan LC itu negatif. Mereka hanya sebatas menemani duduk dan atau sambil karaoke dan itupun tidak mesti sambil minum alkohol. Sementara PSK bisa di lokalisasi, hotel, apartemen, kos atau melalui aplikasi daring.
Dari sudut panndangan sosial, meskipun sering kali bekerja di lingkungan yang sama (hiburan malam), LC dianggap berbeda dari PSK karena secara teoritis fungsi utamanya adalah memandu lagu.
"Apa bedanya kita dengan orang yang duduk sama pacarnya? Kan sama aja, kita sama sama tidak menjual diri, hanya menemani temen atau tamu duduk minum atau karaoke, toh juga gak mesti minuman alkohol. Malah kami lebih berkelas! Kalau gak di kasi duit kami tidak mau duduk di meja mereka!, ungkap VN yang berprofesi sebagai LC di salah satu cafe di labuhan haji.
Dari pantauan awak media di lapangan, kegiatan prostitusi di Labuhan Haji yang di-posting di salah satu media online tidak ada, kalaupun ada oknum yang memanfaatkan warung warung yang sudah tutup dan di tinggal pemiliknya pulang untuk hal negatif, itu tidak ada kaitannya dengan kegiatan cafe cafe di Labuhan Haji.


0 Comments
Silahkan Berkomentar, Bebas Tapi Sopan.