MATA Lotim Deklarasi Dukungan Swasembada Pangan, Suarakan Aspirasi Sumur Bor Bagi Petani Tembakau

 

Para Ketua Kelompok Tani Saat Melakukan Deklarasi Dukungan Kepada Pemerintah

LOMBOK TIMUR — Kelompok masyarakat yang tergabung dalam Masyarakat Tani Kabupaten Lombok Timur (MATA Lotim) secara resmi mendeklarasikan komitmennya untuk mendukung penuh seluruh program pemerintah di bidang pertanian. Deklarasi ini berfokus pada percepatan pencapaian ketahanan serta swasembada pangan, sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan para petani tembakau di Desa Kotaraja, Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur.


Kegiatan deklarasi yang berlangsung hangat tersebut digelar di Lesehan Pancor Geru dan dihadiri oleh para ketua kelompok tani dari wilayah Sikur dan Kotaraja.


Setelah pembacaan deklarasi, acara dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif. Dalam diskusi tersebut, para ketua kelompok tani menyampaikan sejumlah aspirasi krusial kepada pemerintah, salah satunya terkait kendala ketersediaan air pasokan pertanian. Para petani di wilayah Sikur sangat berharap adanya bantuan pembangunan sumur bor, mengingat ketiadaan sarana pendukung air tersebut selama ini menyulitkan mereka dalam mengolah lahan pertanian secara optimal.


Dalam agenda tersebut, Ketua MATA Lotim sekaligus Ketua Kelompok Petani Tembakau Adil Makmur Kotaraja, Husni, berhalangan hadir secara langsung dikarenakan kedua orang tuanya yang sudah uzur mendadak sakit. Kehadiran dan sikap MATA Lotim dalam acara tersebut diwakili oleh Sekretaris Kelompok Tani Adil Makmur I Kotaraja, Supardin.


Sinergi Demi Kesejahteraan Petani

Dalam keterangannya di lokasi acara, Sekretaris Kelompok Tani Adil Makmur I Kotaraja, Supardin, menegaskan komitmen penuh para petani di Lombok Timur terhadap program strategis pemerintah.


"Kami mendukung penuh program pemerintah, khususnya di bidang swasembada dan ketahanan pangan. Ini adalah langkah strategis untuk meningkatkan hasil produksi pertanian, menjaga ketersediaan pangan nasional, serta memperkuat perekonomian masyarakat yang menggantungkan hidupnya pada sektor ini," ujar Supardin.


Lebih lanjut, Supardin menyampaikan beberapa poin penting terkait langkah keberlanjutan sektor pertanian lokal:


  • Pentingnya Sinergi Pemangku Kepentingan: Keberhasilan swasembada pangan memerlukan kerja sama yang erat antara pemerintah, kelompok tani, dan seluruh elemen terkait. Petani diimbau untuk aktif memanfaatkan bantuan sarana produksi (saprodi), pendampingan teknis, serta penguatan kelembagaan petani dari pemerintah.


  • Pertanian Sebagai Tulang Punggung Ekonomi: Sektor pertanian masih menjadi penyangga utama perekonomian masyarakat Lombok Timur. Oleh karena itu, perhatian dan kebijakan berkelanjutan dari pemerintah sangat dibutuhkan oleh para petani.


  • Kesiapan Kelompok Tani: Kelompok tani di Lombok Timur menyatakan kesiapannya untuk mengawal dan menyukseskan setiap kebijakan pemerintah yang berpihak pada peningkatan taraf hidup dan kesejahteraan para petani di lapangan.


Melalui deklarasi dan penyampaian aspirasi ini, MATA Lotim berharap sinergi antara pemerintah dan para petani di Kecamatan Sikur dan Kotaraja dapat terus terjalin erat, sehingga permasalahan mendasar seperti krisis air pertanian dapat segera teratasi demi mewujudkan swasembada pangan nasional.

0 Comments

Silahkan Berkomentar, Bebas Tapi Sopan.