Riezka Rahmatiana Turun Langsung di Sembalun, Turut Mensukseskan Swasembada Bawang Putih


Lintas NTB, Lombok Timur, 19 Agustus 2026 -
Program Kedaulatan Pangan, satu dari delapan Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN) pemerintah, terus bergulir dengan menyasar swasembada komoditas bawang putih. Nusa Tenggara Barat (NTB), khususnya Kecamatan Sembalun di Kabupaten Lombok Timur, ditetapkan sebagai salah satu sentra utama pengembangan bawang putih nasional.

Program ini diinisiasi oleh polisi Republik Indonesia (POLRI) yang sebelumnya telah terbukti sukses merealisasikan program penanaman dan panen raya jagung guna mendukung swasembada pangan nasional. Sepanjang tahun 2025, Polri mencatat hasil panen jagung sebanyak 3,9 juta ton dari luas lahan 661.112 hektare, serta melanjutkan target jutaan hektare dan ekspor perdana ke Malaysia pada 2026.

Kali ini Polri menargetkan untuk swasembada bawang putih yang programnya sudah mulai dibangun pada tahun 2025 di Sembalun, Lombok Timur. 

Dalam acara kali ini Polri tidak hanya memanen bawang putih di Sembalun, tetapi juga melakukan penanaman serentak bawang putih di 17 provinsi yang ada di Indonesia. 

Selain NTB ada 16 provinsi lain yang turut serta dalam program nasional ini, yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Lampung, Bengkulu, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Bali, Nusa Tenggara Timur dan Maluku. 

Tidak hanya itu, untuk mensukseskan program ini, Polri juga membangun gudang ketahanan pangan yang nantinya digunakan untuk kebutuhan penyimpanan bawang putih di Sembalun.

Ketua Kelompok Tani Milenial dan juga koordinator lapangan untuk program di Sembalun, Riezka Rahmatiana turut serta menjadi bagian dalam mensukseskan program ini.

Ia turut senang bisa terlibat dalam program yang selaras dengan cita-cita bangsa untuk mencapai swasembada pangan tersebut.


“Bawang putih merupakan bahan yang selalu ada di setiap masakan, jadi kebutuhannya penting sekali. Sampai saat ini, produksi petani lokal masih belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan pasar bawang putih yang sangat tinggi,” kata Riezka.

Bukan hanya sekedar turun tangan untuk swasembada pangan, lebih dalam lagi Riezka berharap para petani yang bergabung menjadi lebih mandiri. 

"Dari tanah ini, kita menanam harapan, dari tangan para petani, kita bangun kemandirian. Kita dorong mereka sukses bersama," ungkap Riezka. 

Ia menambahkan bahwa menjadi petani bukan lagi pilihan terakhir setelah tidak lulus di berbagai ujian, melainkan sebuah pilihan karena bisa merubah untuk menjadi hidup lebih baik. 

"Saya percaya, bertani bukan pekerjaan yang dipandang sebelah mata lagi, semakin banyak generasi muda yang terjun ke pertanian, maka akan semakin maju masa depan pertanian Indonesia," jelasnya.

Pemerintah menargetkan swasembada bawang putih dapat tercapai dalam beberapa tahun ke depan, dengan Sembalun sebagai salah satu kawasan andalan berkat dukungan kondisi geografis dan ketinggian wilayahnya.

Program pengembangan bawang putih di Sembalun merupakan bagian dari upaya bersama pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat keamanan, dan pelaku usaha untuk mewujudkan kedaulatan pangan nasional.

Acara ini dihadiri langsung oleh Kapolri, Listyo Sigit Prabowo, Menko Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, Ketua Komisi IV DPR RI, Titik Soeharto serta 17 Kapolda yang menjadi bagian dari acara ini baik yang hadir secara langsung atau secara daring. (WS.01)

0 Comments

Silahkan Berkomentar, Bebas Tapi Sopan.