![]() |
| Lalu Ridwan Irawan @ Miq Wawan (Ketua FKDM Kab. Lombok Timur / Tokoh Masyarakat) |
SELONG – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah berjalan terus memicu berbagai pandangan di tengah masyarakat. Ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kabupaten Lombok Timur, Lalu Ridwan Irawan, menilai wajar jika publik melihat program nasional ini dari dua sudut pandang berbeda, baik positif maupun negatif.
Pria yang akrab disapa Miq Wawan itu tidak menampik adanya sisi kekurangan dalam pelaksanaan MBG, seperti timbulnya kasus gangguan pencernaan pada beberapa penerima manfaat. Namun, ia menekankan agar masyarakat tidak menutup mata terhadap dampak positif multiplier yang dirasakan langsung di tingkat bawah.
Dampak Ekonomi dan Serapan Kerja
- Pembukaan Lapangan Kerja: Program ini menyerap banyak tenaga kerja lokal yang berpartisipasi aktif sebagai relawan di dapur-dapur MBG.
- Geliat UMKM Pertanian: Pedagang sayur dan UMKM lokal yang sebelumnya kesulitan menjual habis barang dagangan, kini justru kebanjiran permintaan. Sebagian besar pasokan sayur pasar kini terserap habis oleh kebutuhan dapur MBG.
"Sebagai bagian dari masyarakat, kami sangat mendukung keberhasilan dan keberlanjutan program MBG ini karena membawakan multi-effect yang nyata," tegas Miq Wawan.
Dorong Pengawasan BGN dan Edukasi Informasi
Guna memastikan keberlanjutan program tanpa mengorbankan keselamatan penerima manfaat, FKDM Lombok Timur mengusulkan beberapa langkah strategis kepada Badan Gizi Nasional (BGN) :
1. Peningkatan Kompetensi: Menggembleng kapasitas para kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta seluruh perangkat dapur MBG.
2. Pengawasan Ketat: Memperketat standar higienitas dan pengolahan pangan agar menghasilkan makanan yang sehat, bergizi, dan berkualitas tinggi.
3. Edukasi Informasi: Mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi isu liar atau berita bohong (hoax), serta selalu melakukan verifikasi informasi sebelum menyebarkannya.
Dengan pengawasan yang presisi dan koordinasi yang baik, program MBG diharapkan dapat terus berjalan optimal tanpa mengesampingkan keamanan pangan bagi para siswa dan penerima manfaat.


0 Comments
Silahkan Berkomentar, Bebas Tapi Sopan.