Bantah Tuduhan Pemda Tak Pedulikan Atlet, Kadispora : "Sebelum adanya Zohri, TGB Kasih yang Terbaik"

MATARAM,LINTASNTB. Dispora, KONI dan PASI menghasilkan atlet PPLP sebanyak 52 org dgn 4 cabang, poli indor, poli pasir, takro pencak silat, atletik, salah satunya adalah zohri di kejurda 2015 dan d rekrut 2016 oleh PPLP, seluruh biaya pplp dari pemerintah. Dispora membantah bahwa pemerintah tidak memperhatikan para atlit.

"PPLP itu di biayai pemerintah, jadi tidak benar jika pemerintah tidak memperhatikan para atletnya, bahkan sebwlum adanya penomena zohri, saat saya mintakan atlet BPJS kelas 3 untuk atlet malah pak TGB mengatakan jangan kelas 3, kasih anak-anak kita kelas 1, mereka harus mendapat perlakuan yang terbaik," kata kadis ini.

Kadispora berkata bahwa anak-anak PPLP di biayai sekolahnya, dan harus disekolahkan,
biaya makan 90 ribu/hari, Pitamin, obat cacing, setiap bulan kami kasih uang saku.

 memperlakukan anak2 yg 52 itu sy urus sebagai anak sendiri, bis antar ke sekolah.

"Saya tantang siapa yg punya uang lebih saya tunggu nyumbang di PPLP yang sekarang mau nyumbang di salah satu atlet, yang bilang pemwrintah tidak mengurus atlet tersebut, pemerintah bertugas untuk memperhatikan kemajuan dan peningkatan atletnya," ungkap kadispora, Hj. Husnanidyati Nurdin.

Kadispora ini juga menambahkan bahwa jika zohri akan d jadikan atlit nasional harus mendapat rekomendasi dari pihak terkait.

"Atlet yang akan menjadi atlet nasional harus mendapat rekomendasi dari dispora, rekomendasi inipun diminta oleh PASI pusat melalui PASI provinsi, untuk zohri yang diminta itu tanggung jawab saya sampai dia selesai sekolah," ungkap kadispora NTB ini.

Kadispora juga berpesan kepada semua cabang olah raga untuk didata atlet-atletnya dengan baik agar di ketahui data-data atlet yang keluar masuk di provinsi NTB.

Kepala KONI NTB, Andi menyampaikan kondisi olah raga di NTB bahwa pada tahun 2012 peringkat 27 kebawah, namun pada saat setelah tahun 2012 saat masuknya kepemimpinan baru prertasi dan kondisi olah raga di NTB meningkat.

"Pada saat pemerintahan baru diadakanlah pelatda jangka panjang saat kepemimpinan kasdiono saat itu dari peringkat 27 menjadi peringkat 12," kata Andi.

Andi mengungkapkan sejak zohri menjadi juara tetap dipantau oleh KONI dengan maksimal, namun bukan zohri saja yang diperhadikan melainkan semua atlet tanpa tebang pilih.

"Saya melatih anak-anak itu tanpa melihat dan memperhatikan satu saja, tidak boleh menganak emaskan satu atlet saja, hadiah atas prestasi atlet itu sudah ditentukan, untuk hadiah person itu rezekinya zohri,"tambahnya.

PASI melalui Suhaimi sebagai perwakilan PASI NTB menambahkan bahwa untuk sea game zohri akan turun untuk perlombaan, namun dalam pertandingan itu diikuti oleh atlet yang lebih senior sehingga zohri akan mendapat kesulitan lebih daripada pertandingan dunia U-20 minggu lalu.

0 Comments

Silahkan Berkomentar, Bebas Tapi Sopan.