![]() |
Ketua Bhayangkari Daerah NTB, Nyonya Risna, Achmat Juri dan Polwan saat mengunjungi korban gempa |
LOMBOK BARAT,LINTASNTB. Kegiatan yang dipimpin langsung Ketua Bhayangkari Daerah NTB, Nyonya Risna Achmat Juri bersama Nyonya Belian Tajuddin, Sabtu (11/8) pagi hingga sore.
Beberapa lokasi yang dikunjungin ibu-ibu Bhayangkari Daerah NTB, menyisir lokasi –lokasi terpencil tempat para pengungsi berada salah satunya adalah di Dusun Merca Timur, Desa Selat Narmada, di dusun Merca Timur juga merupakan lokasi terparah akibat gempa yang terjadi di Lombok. Disini terdapat 87 Kepala Keluarga dan 245 jiwa yang mengungsi di tenda tenda darurat.
“Kami disini membutuhkan tenda-tenda untuk melindungan dari hawa panas disiang hari dan diingin di malam hari, termasuk tikar dan obat-obatan serta air bersih,” ujar Darman Haris, warga pengungsi setempat.
Di Dusun Merca Timur disalurkan 82 ember yang berisi sembako, seperti susu, biscuit dan selimut termasuk pampers bayi termasuk tikar.
Ketua Bhayangkari Daerah NTB, Nyonya Risna, Achmat Juri, setelah melihat langsung kondisi para korban gempa yang mengungsi di dusun Merca Timur, sangat menyedihkan dimana 85 porsen rumah penduduk rusak parah termasuk rumah milik anggota Bhabinkamtibmas, kini mereka masih tidur ditenda-tenda darurat.
“85 porsen rumah mereka rusak dan roboh. Ini sangat menyedihkan seperti rumah Bhabinkamtibmas. Kami semua prihatin semua semua kondisi seperti ini,” ucap Risna.
Ibu-ibu Bhayangkari juga membagikan susu kepada anak-anak korban pengungsi dilanjutkan di trauma heliang kepada anak-anak korban gempa oleh para Polwan termasuk ibu Ketua Bhayangkari, salah satu lagu yang di nyanyikan lagu gempa. Dimana syairnya
“Kalau gempa, lingdungi kepala, kalau ada gempa masuk kolong meja, kalau ada gempa jauhi kaca-kaca, kalau ada gempa lari kelapangan,” . Itulan sebait lagu yang diajarkan ibu-ibu Bhayangkari dan para polwan kepada anak-anak dalam menghindari diri dari gempa.
Hal yang sama juga dilakukan di tenda darurat di lapangan gunung sari, Dusun Lendang Bajur , Desa Gunungsari, Kecamatan Gunungsari. Jumlah pengungsi yang berasal dari tiga RT di Dusun Lendang Bajur mencapai 130 Kepala Keluarga atau 450 jiwa termasuk anak yang mencapai 50 anak anak yang usianya mencapai 0 sampai usia 5 tahun. Mereka para pengungsi ditampung di 15 tenda darurat.
Di Dusun Lendang Bajur warga pengungsi juga mengeluhkan hal yang sama kekurangan tenda, meski belum ada satupun yang sakit, namun di khawatirkan kekurangan tenda ini akan menyebabkan para pengungsi jatuh sakit, karena cuaca panas disiang hari cuacanya dingin dan di malam hari cukup panas.
“Kondisi ini menyebabkan para pengungsi rentan terserang penyakit, karena tidur berdesak-desakan di tenda darurat. Selain itu juga para pengungsi mengeluhkan kekurangan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari,” jelas Ibu Ketua Bhayangkari NTB, Nonya Risna, Achmat Juri.
Di Dusun Lendang Bajur ibu-ibu Bhayangkari menyalurkan paket sembako sebanyak 130 paket yang ditaruh dalm ember besar, sedangkan nasi bungkus sebanyak 200 bungkus disalurkan, termasuk 25 dus mie instan dan air mineral.
Penyaluran bantuan masih tetap dinjutkan di beberapa titik lokasi yang belum tersentuh terutama lokasi yang cukup di parah di Kecamatan Narmada.(cand)
0 Comments
Silahkan Berkomentar, Bebas Tapi Sopan.