Puncak Harlah KSB Ke 16, 500 Penari Ikut Berpartisipasi Dengan Tarian Lumpur

Tarian Lumpur Dalam Harlah KSB
Sumbawa Barat - Hari Ulang Tahun Kabupaten Sumbawa Barat yang ke 16 dipusatkan di lapangan Bentiu Kelurahan Dalam Kecamatan Taliwang KSB.

Sebelum puncak Harlah yang jatuh pada tanggal 20 November berbagai event telah dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah melalui Dinas Terkait yang bekerjasama dengan Institut Seni Surakarta dengan rangkaian acara yang bernama Festival Taliwang.

Rangkaian Festival Taliwang ini dimulai dari tanggal 13 sampai 24 November 2019 dengan rangkaian yakni tanggal 13-19 November Bazar Kuliner Etnis Ontar Telu, 13 sampai 20 lomba Fotografi, dari tanggal 13 sampai 16 parade Budaya TK, SD, SMP, SMA, Pentas/ lomba seni Budaya, 18 November Pawai Teknologi Budaya, 19 November sarasehan budaya Barampok ano rawi, 20 November Festival Taliwang.

Bupati Sumbawa Barat Dr. Ir. H. W. Musyafirin MM dalam sambutannya mengatakan bahwa, Festival Taliwang masuk ke dalam kalender Nasional regional 3 di Nusa Tenggara Barat. Ia mengungkapkan selamat datang kepada semua tamu undangan yang telah menghadiri Harlah KSB. 

"Insyah Allah kedepan maha karya yang bagus ini akan menjadi spirit bagi landasan yang besar agar KSB bangkit, bersinergi dan berbudaya," jelas Bupati.

Ia juga menjelaskan para pejuang KSB berpesan jangan pernah sombong, jangan takabur dan jangan serakah. Mari kita rajut persatuan kesatuan dan saling bergandengan tangan untuk KSB unggul. Mari kelola sumber daya alam kita secara berkelanjutan, terus bersama dan bersinergi demi menjaga ekosistem dan keberlanjutan generasi penerus kita.

Ia juga mengungkapkan, spirit mental ikhlas, jujur dan sungguh-sungguh akan menjadi pegangan. Tentu masih banyak hal-hal dasar yang belum terpenuhi. Mari terus bersama-sama kita bergandengan tangan dan berbuat untuk masyarakat.

Gubernur NTB Zulkieflimansyah SE, M. Sc mengatakan dalam sambutannya bahwa setiap datang ke KSB selalu memberikan spirit yang luar biasa dan selalu tampil beda.

Pelajaran penting buat KSB, tidak ada daerah yang sejahtera, tidak ada daerah serta masyarakat yang mencicipi kemakmuran kalau masih menjual bahan mentah. Tidak provinsi yang maju kalau sebagaian produk yang dijual masih mentah dan tidak ada negara yang sejahtera, kalau ekspor di dominasi dengan penjualan bahan mentah.

"KSB berani dan ingin maju, kami ingin apa yang diambil harus dikelola di KSB. Bahan mentah harus dikelola di daerah sendiri," ungkapnya, Rabu (20/11).

Smelter bukan proses sederhana, jalannya panjang berkelok dan berliku. Tantangan Pemda KSB saat ini agar menghadirkan SDM yang handal. Tidak akan mungkin hadir industri pengelohan kalau SDM kita jadi penonton. 

Tugas PT AMNT dan Pemda untuk memastikan bahwa smelter harus hadir di KSB dan industri turunan lainnya. Agar anak kita dan cucu kita tidak boleh jadi penonton di daerah sendiri.

Investor sudah banyak datang ke NTB dan KSB banyak proyek dan pekerjaan yang akan dibuat dan pada saat yang sama Kepala Desa, Lurah, Camat, Bupati dan Gubernur menyiapkan SDM, sehingga ketika industri datang. Kita akan lebih dari siap melihat peluang itu.

"Tugas kita semua agar anak dan pemuda pemudi tidak boleh jadi penonton. Kita mempersilahkan investor datang dan Pemda harus menyiapkan SDM yang unggul," katanya.

Ia menekankan, tugas polisi, TNI dan Kejaksaan harus mengamankan agar investasi aman, nyaman dan menyenangkan di KSB. Selamat hari ulang tahun buat KSB ke 16.

Dirjen Dukcapil Prof. Dr. Sudan Arif Fahrullah, SH., MH dalam sambutannya mengungkapkan, Alhamdulillah KSB tumbuh menjadi gadis yang cantik  membuat kagum semua orang.

Dalam kesempatan itu Prof. Sudan memberikan pantun buat KSB dan Bupati. Ia mengatakan sudah banyak sekali penghargaan dan kemajuan di KSB. Setelah banyak promosi menyebabkan banyak destinasi wisata baru di KSB. Dia mengharapkan kepada Kementrian Pariwisata agar dana alokasi khusus pariwisata untuk KSB ditingkatkan.

Dia menjelaskan, Kementrian Dalam Negeri konsiten dengan pemerintahan yang sinergis yaitu Pemerintahan yang seluruh unsurnya bergandeng tangan. Ia berpesan kepada ASN agar menjaga Biroksi yang inovatif dan responsif. Dia menuturkan orientasi tugas negara dan birokasi yakni membahagiakan masyarakat dan mensejahterakan rakyat. 

Dia juga memberikan apresiasi kepada Bupati dan Wakil Bupati atas capaian yang telah lakukan. Ia mengingatkan kepada Kepala Dinas agar menjabarkan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati dengan berbagai strategi. Serta menjabarkan visi daerah dengan strategi.

Hadir dalam acara itu, Dirjen Kemendagri, Gubernur NTB Dr. Zulkieflimansyah SE. M. Sc, Bupati Sumbawa Barat Dr. Ir. H. W. Musyafirin MM dan Wakil Bupati KSB Fud Syaifuddin ST, Forkopimda se NTB. Forum komunikasi pimpinan daerah, Kapolres Sumbawa Barat, Dandim Sumbawa Barat, Kejaksaan Negari Sumbawa Barat, Pengadilan Agama dan Rektor ISI Surakarta.

Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata dari Kementerian Pariwisata, President Direktur AMNT, Korindo, Sekda KSB Abdul Aziz SH MH, para Asisten, Staf Ahli, Kepala Dinas, Kepala Badan, Camat, Kepala Desa, Lurah, LSM, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh budaya dan agen PDPGR.

Setelah selesai sambutan, Dimeriahkan oleh penari lumpur seni Taliwang sebanyak 500 orang yang terdiri dari anak SMP, SMA dan umum yang telah dibina oleh Institut Seni Surakarta.

Para penari membawakan tarian benteng berinas, konser musik garap baru, tarian barapan kebo, barapan kebo, iring kebo lumpur seni, tarian kolong dan sakeco diatas kebo. (LNG05)

0 Response to "Puncak Harlah KSB Ke 16, 500 Penari Ikut Berpartisipasi Dengan Tarian Lumpur"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel