Sosialisasi Zakat di Hadapan Para Toga dan Toma, Sekda KSB Kupas Keteladanan Khalifah Umar Bin Abdul Azis Dalam Memimpin Negara


Lintas NTB, Sumbawa Barat -
Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa Barat, H. Amar Nurmansyah, ST, M. Si berkesempatan membuka acara sosialisasi program BAZNAS KSB kepada para tokoh agama, tokoh masyarakat se - Kabupaten Sumbawa Barat. Hadir dalam kesempatan tersebut 5 komisioner BAZNAS Kabupaten Sumbawa Barat. Kegiatan yang berlangsung di Hanipati Resto Taliwang pada Kamis, (28/03/2024) tersebut merupakan program kerja BAZNAS Kabupaten Sumbawa Barat tahun 2024.

Dalam kesempatan menyampaikan laporannya, ketua BAZNAS Kabupaten Sumbawa Barat, H. M. Jafar Yusuf, S. Sos menyampaikan bahwa, ada tiga kegiatan yang dilaksanakan, yang merupakan rangkaian dari pelaksanaan kegiatan pada hari tersebut yaitu kegiatan pembekalan UPZ Sekolah, Pembekalan UPZ Masjid, Pembagian THR bagi anak Yatim Piatu, pembagian honor guru ngaji/Hukum Masjid, dan kegiatan yang dilaksanakan pada hari itu, yaitu sosialisasi zakat dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat. 

Dalam kesempatan tersebut, Ustad Jafar menjelaskan bahwa terkait honor guru ngaji dan hukum masjid yang berada di Desa, akan ditangani oleh Kepala Desa masing - masing melalui APBDes, sementara yang ditangani oleh BAZNAS KSB yaitu Hukum Masjid Kabupaten, Kecamatan, Kelurahan, dan Lingkungan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa Barat H. Amar Nurmansyah, ST, M. Si dalam sambutan pembukaannya, mencoba mengupas kisah keteladanan salah satu Khalifah Bani Umayyah dalam memimpin negara, yaitu Khalifah Umar Bin Abdul Azis. Dalam pemaparannya di hadapan para tokoh agama dan tokoh masyarakat yang hadir dalam kesempatan tersebut, Sekda menyampaikan betapa pentingnya keteladanan dalam memimpin negara. "Pada suatu ketika, istri Khalifah Umar bin Abdul Azis datang menemui sang suami ke ruangan kerjanya dan bermaksud menyampaikan sebuah permasalahan. 

Seketika sang Khalifah langsung bertanya kepada sang istri, wahai istri apa gerangan yang hendak ingin kau bicarakan denganku. Jika itu urusan pribadi atau keluarga, maka lampu yang ada di ruangan ini akan aku padamkan, tetapi jika itu urusan negara maka lampu itu akan ku biarkan menyala.

Pesan yang disampaikan oleh Sekretaris Daerah pada kesempatan tersebut bahwa, kepemimpinan berbanding lurus dengan keteladanan. Bahwa apa yang dilakukan oleh Khalifah Umar Bin Abdul Azis pada saat itu adalah sesuatu yang sederhana, namun memiliki nilai yang tinggi tentang konsep keteladanan. 

Berkat keteladanannya, Khalifah Umar Bin Abdul Azis bisa memakmurkan masyarakatnya dengan Baitul mall atau masa sekarang disebut dengan BAZNAS. Dalam dua tahun, dirinya tidak menemukan golongan orang mustahik. Seluruh warganya secara sadar mengeluarkan zakatnya. Sehingga pada satu ketika Khalifah menanyakan siapa yang berhak menerima penyaluran zakat diantara warganya, tidak ada yang mengangkat tangan, dikarenakan seluruh masyarakatnya hidup sejahtera. 

Dari rangkaian kisah yang disampaikan dalam kesempatan tersebut, Sekda menekankan bahwa ada dua wilayah yang harus diperhatikan dalam mengelola zakat yaitu siapa yang berkewajiban menyerahkan dan siapa yang berhak menerimanya. Jika keduanya dapat diatur dan dikelola dengan baik, maka zakat akan dapat memberikan manfaat yang sebesar besarnya bagi masyarakat. 

"Alhamdulillah, Bapak Bupati sudah mengeluarkan aturan, bahwa bukan saja ASN yang dikeluarkan zakatnya, tetapi juga pegawai Swasta. Oleh karenanya perlu upaya dari kita semua untuk menumbuhkan kemauan dan kesadaran. Peran dari kita semua dalam memberikan penyadaran sangat kami butuhkan. Banyak hal telah dilaksanakan oleh BAZNAS, dan alhamdulillah banyak mendapatkan kepercayaan dari masyarakat," ungkap Sekda. (LNG05)

0 Comments

Silahkan Berkomentar, Bebas Tapi Sopan.