Tahun 2024, KSB Dapat Kuota Terbanyak Pengangkatan ASN


Lintas NTB, Sumbawa Barat -
Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat menjadi daerah yang paling banyak akan merekrut Aparatur Sipil Negara (ASN) pada tahun 2024 di NTB. Hal ini berdasarkan penetapan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Pemda KSB tahun ini diberi kuota penerimaan sebanyak 2.847 orang. Terdiri dari 200 orang jalur Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi Tenaga Teknis.

Sementara itu, halur Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) sebanyak 2.647 dengan rincian formasi, 191 orang Tenaga Kesehatan, 45 orang guru dan 2.411 orang Tenaga Teknis. Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) KSB, Drs

 Mulyadi mengatakan, jatah penerimaan ASN tahun ini adalah yang terbanyak yang pernah diperoleh KSB. "Sepertinya ini yang paling banyak, kita buka lowongan penerimaan pegawai," katanya, Selasa, (11/6/2024).

Banyaknya kuota pengangkatan ASN yang dibuka tahun ini, menurut Mulyadi tentu sangat menguntungkan daerah. Mengingat Pemda KSB selama ini masih mengalami kekurangan pegawai setiap tahunnya. "Kalau (kuota) ini semua bisa terisi, maka kebutuhan pegawai kita yang selalu kekurangan, jumlahnya otomatis akan makin sedikit," ujarnya.

Keuntungan tidak saja pada sisi pemerintah yang dapat menutupi kebutuhan pegawainya. Mulyadi menyebut, penerimaan ASN menjadi salah satu lapangan kerja bagi masyarakat. Karenanya ia berharap kepada masyarakat khusunya anak-anak muda yang berminat agar tidak menyia-nyiakan kesempatan penerimaan ASN itu terutama dari jalur CPNS. 

"Kalau berminat maka kuncinya harus mempersiapkan diri pastinya. Karena untuk jadi ASN itu syaratnya harus lulus seleksi dulu," cetus Mulyadi. 

Secara khusus mantan Asisten 1, Setda ini kembali mengingatkan kepada para pegawai honorer dan sejenisnya agar turut mempersiapkan diri jelang seleksi penerimaan PPPK. Menurutnya, ribuan formasi PPPK yang dibuka tahun ini diprioritaskan bagi mereka. Namun untuk dapat diangkat menjadi PPPK para tenaga honorer dan sejenisnya harus pula dapat dinyatakan lulus serangkaian tes seleksi. "Kalau ikut kebijakan terakhir dari pusat. Pembukaan penerimaan PPPK tahun ini adalah yang terakhir memprioritaskan para tenaga honorer. Jadi kami meminta persiapkan diri sebaik mungkin," pungkasnya. (LNG05)

0 Comments

Silahkan Berkomentar, Bebas Tapi Sopan.